Thursday, May 28, 2009

Jomblo

Sebelum saya mulai membagikan isi artikel kali ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa lalu.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kuliah di semester akhir. Di saat Filsafat Glossy sedang merasuk hangat di setiap tindakan saya. Saat itu saya memiliki sekelompok teman akrab dalam satu geng.

Di tahun-tahun itu, di setiap Sabtu pagi SMS dan HP saya akan berbunyi. Mereka akan sibuk merencanakan bagaimana cara menghabiskan weekend. Apakah akan pergi nonton? Bilyard? Dugem? Ngafe? Atau main Playstation di rumah salah satu dari kami?

Tujuh orang pria, hobby yang nyaris mirip, gaya bahasa yang mirip, 'ras' yang sama, dan tentu saja JOMBLO SEJATI.

Kami bertujuh adalah jomblo-jomblo dengan kegiatan rutin di malam minggu, atau boleh dibilang setiap malam. Di antara kami belum ada yang memiliki partner, bahkan teman dekat wanita pun bisa dihitung jari. Apalagi teman wanita yang CANTIK.

Beberapa di antara kami memang rajin online untuk mencari wanita lewat situs-situs pertemanan, Friendster, Myspace, MSN, etc yang ujung-ujungnya selalu berakhir dengan senyum pilu penolakan manis dari sang wanita.

Tetapi di antara penolakan-penolakan tersebut dengan bangga kami menyebut dan mengklaim diri kami sebagai Jomblo Jomblo Bahagia. Atau di masa itu disebut JOJOBA karena tidak butuh Wanita. Karena kami sudah bahagia dengan kegiatan-kegiatan rutin kami. Dan tidak lama kemudian, saya baru menyadari salah satu letak kesalahan yang bisa diperbuat seorang Pria.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan ini kepada Anda, mari kita sejenak kembali ke masa kini.

Beberapa hari yang lalu saat saya sedang menikmati Capit Kepiting Saus Padang di Bandar Jakarta bersama keluarga saya. Saya melihat beberapa kelompok pria yang mengingatkan saya kepada geng saya di atas. Sekitar 5-6 orang mereka makan dan berbicara dengan seru.

Saya menggeser tempat duduk saya, berusaha untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Setelah beberapa saat memperhatikan saya mulai melihat sesuatu yang menarik di antara mereka.

Tanpa disadari setiap dari mereka sering melihat atau menengok HP mereka dalam selang diantara percakapan. Ada yang terus memegang HP, ada yang sedikit-sedikit menekan tombol untuk menyalakan HP-nya, ada yang sibuk membalas SMS dengan berpikir. Yang pasti HP tersebut menjadi daya tarik tersendiri di antara pembicaraan mereka yang memanas.

Tanpa saya sadari saya tersenyum lebar saat itu, benar-benar lebar. Percakapan dan tindakan mereka mengingatkan saya akan apa yang pernah saya kerjakan dan ucapkan beberapa tahun silam.

Entah kenapa saya tahu kalau apa yang mereka bicarakan pasti masih seiring dengan apa yang selalu menjadi bahan pembicaraan utama geng saya dulu. Dan saya benar. Kesalahan yang sama yang masih signifikan di masa kini dan akan terus berulang. Setidaknya sampai hari dimana Anda membaca artikel ini.

Sebelum saya mulai membagikan kesalahan tersebut kepada Anda, mari kita sejenak memahami apa yang akan saya tulis di bawah.

Saya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana asal kata Jomblo berasal. Yang saya tahu kata Jomblo mulai terkenal di tahun 2000-an, dan makin terkenal beberapa tahun lalu saat sebuah buku berjudul 'Jomblo' diangkat ke layar kaca dengan judul yang sama. Film yang mengangkat nama Ringgo ke jajaran artis-artis berbakat dan yang membuat dirinya terstigma sampai sekarang untuk terus memainkan tokoh yang Jomblo.

Sebelum saya semakin jauh dari topik dan membahas Ringgo, Jomblo sendiri adalah sebuah kata yang menggambarkan seorang Pria ataupun Wanita yang tidak memiliki kekasih. Atau dalam bahasa Inggris, seorang Pria atau Wanita yang SINGLE.

Jomblo adalah sebuah status bersama-sama status lain seperti In Relationship, Divorced, Married, Friends only, ataupun Complicated (Yang dengan semena-mena di-TradeMark-kan oleh Friendster). Status yang menggambarkan atau mengkotakkan hubungan antara dua lawan jenis yang berbeda.

Jika Anda jomblo / single berarti Anda tidak memiliki kekasih atau tidak terikat tanggung jawab dalam bentuk apapun kepada siapapun. Yang berarti Anda bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, melakukan apa saja yang ingin Anda kerjakan dan tentu saja Wanita jauh dari pikiran anda karena toh anda sibuk mengembangkan diri anda sendiri.

Terdengar seru dan fun bukan? Oleh karena itu term atau idiom baru muncul melengkapi satu kata Jomblo. Yaitu kata BAHAGIA atau dalam bahasa Inggris Happy atau lebih tepatnya FUN!

Namun entah darimana, Jomblo juga memiliki arti yang tidak lagi FUN. Jika Anda jomblo / single, berarti Anda akan kesepian di malam minggu. Berarti juga Anda merupakan pria yang tidak laku. Anda kesulitan mendapatkan teman nonton. Anda selalu terganggu saat teman geng Anda membatalkan acara karena sedang PDKT dengan targetnya. Anda kesal melihat teman-teman se-geng Anda memiliki pasangan. Anda ngarep sengarep-ngarepnya pada Wanita yang baru saja dikenalkan oleh teman. Anda mulai tenggelam dalam ilusi pria yang pemilih. Anda mulai kalap saat teman-teman Anda sibuk di malam minggu, menyebabkan Anda harus sendirian di malam minggu.

Sebelum saya melanjutkan arti dan definisi dari Jomblo, apakah Anda bisa memahami dua sisi dari jomblo yang bertolak belakang?

Mari saya ulang.

Anda adalah seorang Jomblo, yang harusnya bisa bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja, kapan saja, dan sama sekali tidak memikirkan wanita. Hidup Anda penuh dengan Passion untuk diri Anda sendiri.

Namun sayangnya yang sering kali terjadi adalah Anda memang bebas pergi dengan siapa saja, kemana saja dan kapan saja, tapi kemanapun anda pergi, dengan siapapun dan kapanpun, WANITA selalu menjadi topik pembahasan utama Anda.

Di saat Anda sedang bermain bilyard dengan teman-teman, Anda sibuk memikirkan strategi untuk mendekati wanita baru di kantor Anda. Anda sibuk memikirkan apa yang harus di-SMS kepada target baru anda. Anda dan teman-teman melirik ke grup wanita di pojok Kafe dengan penuh harap. Anda sibuk membahas kesalahan teman Anda saat sedang melakukan PDKT. Dan Anda memikirkan BAGAIMANA CARANYA UNTUK LEPAS DARI KEJOMBLOAN ini dan mendapatkan pasangan supaya hidup Anda lebih menarik daripada berkumpul bersama jomblo-jomblo lain dan lama-kelamaan mulai membosankan.

Terdengar familiar? Yang saya jelaskan diatas adalah karakter-karakter yang dimiliki oleh jomblo-jomblo masa kini.

Seorang jomblo sejati harusnya hidup dalam dunia yang fun, free dan penuh dengan passion akan dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan wanita karena mereka memang MEMILIH untuk menjadi JOMBLO dan mereka tidak pusing atau kalap atau ngarep untuk mendapatkan Wanita sebagai kekasih.

Namun pada kenyataannya Jomblo-jomblo di luar sana adalah pria-pria yang 'sakaw' akan wanita.

Atau dengan kata lain Jomblo-jomblo dengan kemunafikan tingkat tinggi. Jomblo-jomblo yang tertipu akan ilusi dari Jomblo itu sendiri.

Dan Anda masih dengan bangga menyebut diri Anda sebagai Jomblo Bahagia? Atau Jomblo karena Pilihan? Atau Jomblo sejati? Demi Tuhan, stop sebut diri Anda sebagai Jomblo kalau anda masih sibuk memikirkan wanita daripada diri Anda sendiri.

Saya yakin Anda mulai memahami apa yang saya maksud dengan kesalahan yang saya sadari beberapa tahun silam. Saya yakin Anda engangguk-ngangguk dan paham apa yang saya lihat terjadi dengan kumpulan geng yang saya temui beberapa hari yang lalu. Saya yakin Anda telah memahami apa arti dan definisi dari Jomblo yang seharusnya.

Tetapi jika Anda masih bingung apa yang harus anda lakukan saat ini setelah Anda mengerti kalau ternyata Anda selama ini sedang membohongi diri sendiri dalam topeng Jomblo.

Sebelum saya sudahi artikel ini, saya ingin anda memutuskan, apakah Anda ingin terus tercekam, ngeri , suram dalam cengkraman topeng kemunafikan?

Ataukah Anda ingin terbang, lepas, dan bebas dari topeng tersebut.

Pilihan ada di tangan Anda.



No comments:

Post a Comment